Salah satu obyek biologi yang paling sulit untuk dipelajari adalah bagian tubuh mahkluk hidup yang berukuran sangat kecil (mikroskopis hingga ultra mikroskopis). Namun atas izin dari Tuhan, manusia yang dipilihNya mampu mempelajari dan membagi hasil belajar mereka kepada kita, sehingga hari ini kita bisa mengetahu, ikut mempelajari bagian tersebut.
Bagaimana
sejarah perkembangan penemuan sel, bisa kita simak melalui tulisan ini. So…jangan
berhenti membaca.
1. Robert Hooke (Inggris,
1665)
Saat
itu mikroskop masih sangat sederhana, perbesaran hanya sekitar 30 kali. Hooke
mengiris gabus batang tumbuhan mati, lalu melihat ada ruang-ruang kecil
berderet seperti kamar tempat tinggal biarawan yang disebut cellula. Ia
menamakan ruang itu "sel". Ia hanya melihat dinding sel saja, isi sel
belum diketahui.
Penemuan
ini menjadi awal orang mulai sadar bahwa tubuh makhluk hidup tersusun dari
bagian-bagian kecil.
2. Anton van Leeuwenhoek
(Belanda, 1674)
Ia
membuat mikroskop sendiri dengan perbesaran jauh lebih kuat (hingga 300 kali).
Leeuwenhoek mengamati air rendaman jerami, darah, dan air liur, lalu melihat
benda-benda kecil yang bergerak bebas. Ia adalah orang pertama yang melihat sel
hidup, bukan hanya dinding sel mati seperti yang dilihat Hooke. Ia menyebutnya
"hewan kecil". Penemuan ini membuktikan sel bukan sekadar rongga
kosong, melainkan ada yang hidup di dalamnya.
3. Robert Brown (Skotlandia,
1831)
Saat
mengamati sel tumbuhan hidup, Brown melihat ada benda padat berbentuk bulat di
tengah sel. Ia memberi nama bagian itu inti sel (nukleus). Penemuan ini sangat
penting: orang mulai tahu sel memiliki bagian penyusun yang memiliki tugas
khusus, bukan sekadar kantong kosong.
4. Matthias Schleiden
(Jerman, 1838)
Schleiden
adalah ahli botani. Setelah memeriksa berbagai jenis tumbuhan, ia menyimpulkan:
"Semua bagian tubuh tumbuhan tersusun atas sel." Ia mengemukakan
bahwa sel adalah satuan dasar pembentuk tumbuhan.
5. Theodor Schwann (Jerman,
1839)
Satu
tahun setelah Schleiden, Schwann yang ahli mempelajari hewan menyimpulkan hal
serupa: "Semua bagian tubuh hewan tersusun atas sel." Ia kemudian
menggabungkan pendapatnya dengan Schleiden, sehingga terbentuk pemikiran: semua
makhluk hidup, baik tumbuhan maupun hewan, tersusun dari sel.
6. Rudolf Virchow (Jerman,
1855)
Sebelumnya
banyak orang percaya makhluk hidup bisa muncul tiba-tiba dari benda mati.
Virchow mematahkan hal itu dengan pernyataan terkenal: "Setiap sel berasal
dari sel yang sudah ada sebelumnya" melalui proses pembelahan. Penemuan
ini melengkapi teori sel menjadi utuh sampai saat ini.
Daftar Referensi
-Campbell, N. A., Reece, J. B., Urry, L. A., et al. (2021). Biologi
Edisi Kedelapan Jilid 1. Jakarta: Erlangga.
-Siswanto, H. (2022). Biologi untuk SMA/MA Kelas XI Kurikulum Merdeka.
Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbudristek.
-Prasetyowati, E. (2023). Biologi Kelas XI. Surabaya: Penerbit
Erlangga.
-Taylor, M. R., Simon, E. J., & Dickey, J. L. (2019). Campbell
Biology: Concepts & -Connections. New York: Pearson Education.
-Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Buku
Panduan
0 Comments