Ekosistem adalah kesatuan fungsional antara makhluk hidup dengan lingkungannya yang saling mempengaruhi satu dengan lainnya. Keseimbangan ekosistem sangat bergantung pada kelengkapan komponen dan kualitas interaksi di dalamnya.
Apa saja Komponen Ekosistem ?
Ekosistem
terdiri atas 2 komponen utama, yaitu :
1. Komponen Abiotik (komponen ekosistem
yang terdiri dari obyek Tak Hidup): Faktor fisik dan kimia yang menentukan
jenis organisme yang dapat hidup di suatu tempat. Contoh: Cahaya matahari
(sumber energi utama), Air, Tanah, Udara (O2 dan CO2),
Suhu, dan pH.
2. Komponen Biotik (komponen ekosistem
yang terdiri dari obyek yang hidup/mahkluk hidup/organisme) yang meliputi semua
mahkluk hidup yang terdiri atas 5 kingdom (monera, protista, fungi, plantae dan
animalia).
Berdasarkan
peran fungsionalnya (niche):
> Produsen
(Autotrof): Mengubah energi cahaya menjadi energi kimia (makanan).
> Konsumen
(Heterotrof): Memperoleh energi dengan memakan organisme lain (Herbivora,
Karnivora, Omnivora).
>Dekomposer
(Pengurai): Menguraikan zat organik menjadi anorganik (Bakteri, Jamur).
>Detritivor (scavanger): Pemakan serpihan organik/bangkai (Cacing tanah, Luwing).
Apa saja pola Interaksi Antar
Komponen Biotik yang bisa terjadi pada suatu ekosistem ?
Beberapa interaksi yang bisa terjadi dalam
suatu ekosistem :
a.
Simbiosis:
-
Mutualisme: Keduanya untung (misal: Bakteri Rhizobium pada akar legum).
-
Komensalisme: Satu untung, satu tidak rugi (misal: Anggrek pada pohon).
-
Parasitisme: Satu untung, satu rugi (misal: Benalu pada inangnya).
b.
Kompetisi: Perebutan sumber daya (makanan, wilayah,
pasangan).
c.
Predasi: Interaksi mangsa dan pemangsa.
d.
Alelopati: Organisme mengeluarkan zat kimia yang
menghambat pertumbuhan organisme lain (misal: Pohon Pinus atau Alang-alang).
Adanya Interaksi ini menjaga populasi tetap terkendali dan energi tetap mengalir sehingga ekosistem tetap seimbang.
Bagaimana energi berpindah dari satu komponen ke komponen lainnya ?
Dalam sebuah ekosistem, energi berpindah
melalui peristiwa makan dan dimakan yang digambarkan dalam:
-
Rantai Makanan: Jalur tunggal perpindahan energi.
-
Jaring-jaring Makanan: Gabungan
berbagai rantai makanan yang saling tumpang tindih (lebih stabil).
- Piramida Ekologi: Gambaran penurunan energi, biomassa, atau jumlah individu pada setiap tingkat trofik.
>>> Latihan Soal HOTS (Higher Order Thinking Skills)
Pikirkan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan
berikut ini !
Soal 1 (Analisis) : Di sebuah perkebunan
kopi, terdapat populasi burung pemakan serangga dan kutu daun. Jika petani
menyemprotkan pestisida yang membunuh sebagian besar kutu daun, analisislah
dampak berantai yang akan terjadi pada populasi burung dan kualitas penyerbukan
bunga kopi!
Soal 2 (Evaluasi) : Seringkali tanaman invasif (seperti Eceng Gondok) mendominasi perairan
karena tidak memiliki kompetitor alami. Evaluasilah dari sudut pandang
interaksi biologi, mengapa ketiadaan kompetitor dan predator alami dapat
menyebabkan keruntuhan keseimbangan abiotik (seperti kadar O2 terlarut) di
perairan tersebut!
Soal 3 (Analisis Data) : Perhatikan Piramida Energi. Mengapa energi
yang tersedia bagi konsumen tingkat III (Predator puncak) selalu jauh lebih
sedikit dibandingkan energi pada tingkat produsen? Hubungkan jawaban Anda
dengan Hukum Termodinamika II!
Soal 4 (Sintesis/Kreasi) : Seorang siswa ingin membuat taman sekolah
(Adiwiyata) yang mandiri. Ia menanam bunga, tetapi tanahnya sangat keras dan
miskin hara. Rancanglah interaksi biotik apa yang harus ia tambahkan (selain
pupuk kimia) untuk memperbaiki kualitas tanah secara alami!
Soal 5 (Evaluasi) : Jelaskan fenomena alelopati pada tanaman
alang-alang. Mengapa kemampuan ini dianggap sebagai strategi adaptasi yang
"egois" namun efektif dalam mempertahankan keberlangsungan spesiesnya
di ekosistem yang terbatas sumber dayanya?
NB : Dokumentasikan/tulis jawaban anda di buku catatan
Selamat belajar
0 Comments