Keanekaragaman Hayati di Indonesia

Pada pelajaran sebelumnya, telah Anda pahami bahwa keanekaragaman hayati menggambarkan adanya berbagai variasi ciri di antara individu mahkluk hidup ( baik yang hidup liar di alam bebas maupun yang dibudidayakan manusia ) di muka bumi.
Jika Anda mengamati lingkungan biotik di sekitar tempat tinggal Anda , apa yang bisa anda katakan mengenai keanekaragaman hayati di Indonesia ?
Mungkin anda akan mengatakan : Indonesia..luar biasa. Keanekaragaman hayati di Indonesia sangatlah tinggi. 
Kita mungkin tidak tahu pasti ada berapa ribu jenis hewan / fauna dan jenis tumbuhan / flora yang bisa tumbuh dan berkembang biak di seluruh wilayah Indonesia.
Pertanyaan selanjutnya, apa yang menyebabkan Indonesia memiliki tingkat keanekaragaman hayati yang sangat tinggi ?
Wilayah Indonesia sangatlah luas ( lebih dari 5 juta km3 ) yang terdiri atas lautan dan ribuan pulau dengan tanahnya yang sangat subur memungkinkan ribuan jenis tumbuhan dapat hidup dan ribuan bahkan jutaan hewan/fauna mampu hidup dan berkembang di dalamnya.

Jenis-jenis fauna khas Indonesia.
Indonesia memiliki berbagai jenis fauna khas/ hewan khas yang tersebar di berbagai pulau besar yang ada. Para ahli biogeografi Indonesia membagi Indonesia ke dalam tiga wilayah/daerah, yaitu : daerah oriental ( pulau Sumatera, Jawa, Bali dan Kalimantan ): , daerah Australian ( meliputi : Kepualuan Maluku, Nusa Tenggara , Irian Jaya ), serta daerah peralihan ( meliputi : pulau Sulawesi ).. 
Beberapa jenis fauna khas Indonesia, antara lain :
Di daerah oriental ada gajah sumatera, harimau Jawa, harimau Sumatera, orang utan, tapi Sumatera, buaya muara, badak Sumatera, badak Jawa, banteng, burung rangkong, orang hutan Kalimantan, kera, ungko, monyet, tarsius, kukang, bekantan, jalak Bali, badak bercula satu, burung murai, burung elang putih. Jenis-jenis hewan oriental ini memiliki ciri antara lain : mammalianya berukuran besar, banyak jenis hewan primata, mempunyai hewan endemik.
di daerah Australian, antara lain ada : burung cendrawasih, burung kasuari, burung kakatua raja, buaya papua, biawak raksasa, walabi, kanguru pohon, dan kuskus.
Jenis-jenis hewan australian mempunyai beberapa ciri, antara lain : burung memiliki warna lebih menarik dan beragam, tidak ada primata, terdapat mamalia berkantung dan mammalianya berukuran kecil.
Di daerah peralihan memiliki fauna yang berbeda dan tidak ditemukan di dua daerah baik australian maupun oriental. Beberapa hewan daerah peralihan antara lain : anoa,  babi rousa, burung maleo di pulau Sulaw
esi.

Jenis-jenis flora khas Indonesia
Flora / tumbuhan khas Indonesia termasuk dalam golongan flora Malesiana yang meliputi wilayah Indonesia, Malaysia, Filipina, Papua Nugini dan kep. Salomon. Beberapa flora yang tergolong flora malesiana, antara lain : meranti, durian, bunga raflesia, matoa dan salak.

Selain flora dan fauna khas, wilayah Indonesia juga dikenal memiliki flora/fauna endemik.
Beberapa fauna endemik Indonesia, antara lain : komodo di P.Komodo Nusa Tenggara Timur, Badak bercula satu di Ujung Kulon Jawa Barat,  burung maleo di Sulawesi.
Beberapa flora endemik Indonesia, antara lain : Raflesia arnoldi di Sumatera, Raflesia borneensis di Kalimantan, Matoa dan ratu sulur permata hijau di Irian Jaya.

Dari informasi di atas , dapat kita simpulkan bahwa Indonesia memiliki tingkat keanekaragaman hayati yang sangat tinggi. Ini merupakan karunia besar dari Tuhan yang sudah seharusnya kita syukuri dengan cara memanfaatkan, mengelola serta melestarikan semua anugerah besar ini. Semoga.


1 comment: