Ciri-ciri dan Klasifikasi Filum Mollusca

mollusca sering disebut sebagai hewan bertubuh lunak. Meskipun sebenarnya beberapa anggota Mollusca ada yang tubuh lunaknya dilindungi oleh cangkang keras yang terbentuk dari zat kapur, seperti kerang, siput, bekicot.

Apa ciri-ciri umum dari filum Mollusca ?
Hewan Mollusca merupakan hewan multiselluler dengan simetri tubuh bilateral.
Tubuh Mollusca memiliki tiga lapisan embrional yaitu ektoderm, mesoderm dan endoderm dengan selom sejati, sehingga termasuk kelompok hewan triploblastik selomata.
tubuh lunaknya terbungkus oleh mantel.
Anggota Mollusca hidup tersebar mulai dari wilayah daratan sampai wilayah perairan air asin, dan termasuk kelompok hewan kosmopolit. Sebagian besar hidup di wilayah perairan baik air tawar maupun air asin. Hanya sedikit sekali yang ditemukan hidup di daratan.
Memiliki sistem pencernaan, sistem peredaran darah, sistem respirasi, sistem ekskresi dan juga sistem saraf meskipun masih dalam taraf sederhana. 
Beberapa anggota Mollusca ada yang memiliki rangka dalam ( endoskeleton ) ataupun rangka luar ( eksoskeleton ).
Reproduksi dilakukan secara seksual / generatif dengan fertilisasi secara internal. Dan termasuk dalam kelompok hewan ovipar / bertelur.

Bagaimana pengelompokkan Mollusca ?
Para ahli hewan, mengelompokkan filum mollusca ke dalam 5 kelas, yaitu : 
1. Pelecypoda/Bivalvia/Lamellibranchiata
2. Gastropoda
3. Cephalopoda
4. Scaphopoda
5. Amphineura

Kelas Pelecypoda / Bivalvia / Lamellibranchiata.
Memiliki beberapa ciri khas, antara lain :
bentuk kaki pipih, dengan dua cangkang memipih dan mempunyai insang yang tersusun dalam bentuk lempengan lempengan.
Cangkangnya terdiri atas tiga lapisan, yaitu :

  1. Periostrakum ( lapisan luar ) , terbentuk dari asam karbonat dan berfungsi melindungi cangkang dan memberi warna pada cangkang.
  2. Prismatik ( lapisan tengah ), tersusun oleh senyawa CaCO3
  3. Nakreas ( lapisan dalam ), sebagai lapisan mutiara berfungsi mensekresi "zat mutiara"
Contoh anggota Pelecypoda, antara lain : Meleagrina sp ( kerang mutiara ), Tridacna maxima ( kima ), Mytilus viridis ( kerang hijau ).

Kelas Gastropoda
Memiliki beberapa ciri, antara lain :
alat gerak berupa kaki perut ( gaster ) dengan gerakan yang lambat,
Pada bagian kepala terdapat sepasang tentakel pendek dan panjang,
Memiliki cangkang yang berbentuk kerucut terpilin dengan warna cangkang bervariasi.
Contoh Gastropoda, antara lain : Achatina fulica ( bekicot ) , keong ( Lymnea ).

Kelas Cephalopoda
Menunjukkan ciri-ciri, antara lain :
Alat gerak berupa "kaki kepala"
Tidak memiliki cangkang yang keras,
Beberapa anggotanya ada yang memiliki kantong tinta,
Contoh Cephalopoda, antara lain :
  • Loligo indica ( cumi-cumi ); memiliki kantong tinta, cangkang dalam tubuh dari zat kitin, memiliki 8 tangan dan 2 tentakel.
  • Sepia sp ( sotong ); memiliki kantong tinta, cangkang di dalam tubuh dari zat kapur, memiliki 8 tangan dan 2 tentakel.
  • Octopus vulgaris ( gurita ) ; mempunyai kantong tinta, tidak memiliki cangkang, memiliki 8 tangan tanpa tentakel, mata berkembang dengan baik seperti hewan vertebrata.
  • Nautilus pampilus ; tidak memiliki kantong tinta, memiliki cangkang luar terbuat dari kapur.

Kelas Scaphopoda
Memiliki beberapa ciri penting, antara lain :
cangkang berbentuk terompet atau tanduk, 
tentakel kecil ( kaptakula )
Contoh : Dentalium vulgare

Kelas Amphineura
Disebut juga dengan nama Polyplacophora.
Memiliki beberapa ciri, antara lain :
bentuk tubuh bulat telur dan pipih,
memiliki cangkang dengan 8 kepingan kapur,
bentuk kaki pipih,
memiliki lidah parut ( radula ).
Contoh : Chiton sp

Bagaimana peranan Mollusca dalam kehidupan ?
Manfaat :
Beberapa anggota Mollusca banyak dimanfaatkan oleh manusia sebagai sumber protein hewani, seperti : bekicot, cumi-cumi, gurita, keramh hijau
Meleagrina sp ( kerang mutiara ) dimanfaatkan oleh manusia untuk menghasilkan mutiara ( bahan perhiasan bernilai ekonomis yang sangat tinggi,

Kerugian :
Bekicot sering dianggap sebagai hama perusak tanaman budidaya,
Siput Lymnea diduga menjadi inang perantara penyebaran cacing parasit pada manusia